Melirik Plus Minus Hibrida vs Klonal
Menurut Dr. Indah Anita Sari, Kepala Bagian Penelitian, dalam pengembangan kakao Indonesia, pemilihan bahan tanam menjadi langkah awal yang sangat penting.
Bahan tanam hibrida maupun klonal memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing.
Bahan tanam hibrida lebih mudah diperbanyak, murah, dan distribusinya praktis karena viabilitas benih lebih lama. Namun, tanaman hibrida cenderung beragam dan mulai berbuah lebih lambat, yaitu setelah 2–3 tahun.
Sebaliknya, klonal menghasilkan tanaman yang seragam dengan produktivitas tinggi dan mulai panen lebih cepat, hanya 1–2 tahun. Kekurangannya, teknik perbanyakan lebih rumit dan entres harus segera ditanam karena viabilitasnya hanya 3–4 hari.
Sumber: Terang Bulan Consulting

Comments
Post a Comment