Jangan Abaikan! Ini Cara Pemupukan Kakao yang Efektif

Tanaman kakao tanpa pemupukan yang tepat ibarat tubuh tanpa gizi yang masih akan tetap hidup, tapi lemah. Banyak petani merugi bukan karena gagal tanam, melainkan salah rawat. Salah satunya, pemupukan yang asal-asalan.

Pemupukan kakao harus dilakukan sesuai umur tanaman dan kondisi tanah. Untuk tanaman muda (0-1 tahun), fokus pada pupuk dasar seperti SP-36 atau pupuk kandang guna merangsang pertumbuhan akar dan batang. Memasuki usia produktif (2 tahun ke atas), kombinasi pupuk organik dan anorganik sangat disarankan. Misalnya, 10 kg pupuk kandang plus Urea 100 g, SP-36 50 g, dan KCl 50 g per pohon per tahun.

Waktu pemupukan ideal dilakukan dua kali setahun: saat awal dan akhir musim hujan. Cara pemberiannya pun tidak sembarangan. Taburkan pupuk melingkar mengikuti garis tajuk pohon, lalu tutup tipis dengan tanah agar nutrisi tak hilang terkena hujan atau angin.

Jangan lupa cek kondisi tanah secara berkala. Tanah terlalu asam bisa menurunkan efektivitas pupuk. Untuk itu, pengapuran bisa dilakukan setiap dua tahun sekali untuk menjaga pH tetap ideal (5,5-6,5).

Ingat, pupuk bukan biaya, tapi investasi. Tanaman kakao yang diberi nutrisi tepat akan lebih tahan penyakit dan menghasilkan biji lebih banyak serta berkualitas. Mulailah dari sekarang karena hasil panen tak akan mengkhianati perawatan! 

Yuk, mulai rawat kakao dari akarnya, karena panen yang bagus datang dari perawatan yang serius!. (BL).

Comments