Proses Produksi Benih Kakao
Proses produksi benih kakao adalah menyiapkan buah kakao yang dipetik
dari kebun benih bersertifikat atau yang ditetapkan oleh pemerintah
menjadi benih siap salur. Buah kakao yang memenuhi standar untuk benih
adalah :
a. Masak fisiologis
b. Sehat
c. Bentuk dan ukuran normal
Buah kakao yang telah memenuhi syarat tersebut diatas, dilakukan penyiapan benih sebagai berikut :
1. Pemecahan Buah Kakao
Buah
kakao yang terpilih dipecah dan bijinya dikeluarkan dari buah, kemudian
biji yang digunakan untuk benih dapat berasal dari bagian ujung, tengah
dan pangkal buah kecuali yang terlalu kecil. Perkecambahan benih kakao
asal bagian ujung tengah, dan pangkal buah tidak berbeda nyata (
Rahardjo dan Soedarsono, 1986). Biji cacat, memar, lunak, tidak
digunakan untuk benih.
2. Pengupasan Kulit Benih
Biji
berdaging buah sangat licin untuk itu digumpalkan dengan air kapur 2,5 %
(25 gr per 1 liter air) selama ± 30 detik. Satu liter air untuk 1.000
butir benih kemudian biji dikeluarkan dari air kapur, dan dicuci air
untuk menghilangkan kapu yang menempel pada biji. Pengupasan kulit biji
dilakukan dengan tangan biasa sedapat mungkin dihindari biji terluka.
3. Pemberian Fungisida
Sebagai
pelindung benih dari serangan jamur simpan digunakan fungisida, dan
fungisida sistemik-kontak berbahan aktif carbendazim+mankozeb (Delsene
MX-200) memiliki kemampuan melindungi benih dari serangan jamur simpan
lebih baik dibandingkan fungsisida sistemik saja (Rahardjo dan Sukamto,
1987). Konsentrasi larutan fungisida 0,5-1 % (0,5-1 g dilarutkan dalam 1
liter air), dan benih direndam selama 5-10 menit larutan fungisida.
Selanjutnya benih ditiriskan untuk menurukan kadar air benih.
4. Pengering-anginan Benih
Kadar air benih kakao basah sekitar 50 % dan untuk dikirim perlu diturunkan dengan
mengeringanginkan
pada tempat yang teduh sampai mencapai kadar air 35-40 %. Pada keadaan
cuaca cerah lama pengeringanginan sekitar 1-2 jam. Untuk mempercepat
pengering-anginan benih dibantu dengan blower atau kipas angin, dan
benih dihamparkan rak dengan alas kawat kasa, kertas koran, tempe.
5. Pengemasan Benih
Benih
yang telah mencapai kering angin dimasukkan dalam kantung plastik
transparan berukuran panjang 30 cm, lebar 20 cm dan tebal 0,1 cm. Setiap
kantung diisi 500 butir ditambah 25 butir benih sebagai rafraksi, dan
ditutup rapat. Kemudian dimasukkan peti karton berukuran panjang 45 cm,
lebar 30 cm, dan tinggi 25 cm. Setiap peti karton diisi 10 kantung
plastik dan diantara kantung plastik diberi serbuk gergaji kering untuk
penyangga suhu agar relatif tetap. Dengan demikian setiap karton akan
berisi 5.250 butir benih, dan peti karton ditutup rapat.

Comments
Post a Comment