Rahasia Lama Dapatkan Produksi 4 Ton/Ha

Saat ini rata-rata produksi kakao di tingkat petani kurang dari 1 ton/ha/tahun, yang notabene dapat mencapai hingga 4 - 6 ton/ha/tahun. Padahal dengan mengoptimalkan hasil kebun dapat memberikan keuntungan yang berlimpah kepada pekebun.Dengan asumsi harga Rp, 100.000/kg, dengan produksi 4 ton/ha maka Anda bisa membukukan penghasulan kotor hingga Rp. 400 juta/ha

Lalu seperti apa  rahasianya memperoleh produksi 4 ton/ha/tahun? Tentu ini bukan sebuah mitos, kaerna sejumlah petani mampu mencapai angka ini. Adapun hal-hal yang mereka lakukan adalah sebagai berikut. 

Pertama, awali dengan penggunaan benih yang unggul. Saat ini tersedia klon atau varietas kakao unggul seperti hibrida, ICCRI 08H, ICCRI 09, MCC 01, MCC 02, Sulawesi 1, Sulawesi 2, BB atau BL 50. Konon dengan peawatan yang tidak standar saja dengan menggunakan bahan tanam unggul tersebut masih dapat diperoleh produktivitas 1,5 - 2,5 ton/ha/tahun. Belum lagi beberapa klon seperti MCC 02 dan BB memiliki bean counting hingga 62 sehingga dikategorikan biji premium. Sebaiknya gunakan lebih dari 2 varietas untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kedua, lakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanamannya. Dalam menentukan dosisi sebaiknya lakukan analisis tanah, sehingga Anda tidak melakukan pemupukan berdasarkan merek atau mengikuti formula yang banyak dijual di pasar. Kombinasikan dengan penggunaan pupuk organik. Upayakan menjaga agar organik tanah tidak kurang dari 5 % agar produksi 4 ton dapat dicapai. Caranya  dengan mengembalikan hasil panen, sisa pangkasan ke areal lahan dengan membenamkan ke dalam rorak. Anda juga dapat menambahkan pupuk organik secara berkala sesuai kebutuhan.

Ketiga, lakukan pemangkasan mencegah serangan hama serta penyakit, dan memastikan  agar posisi buah ada di batang utama dan cabang primer untuk mudahkan pemanen, Pemangkasan juga dapat mencegah kakao terlalu tinggi.

Keempat, gunakan tanaman penaung seperti kelapa, gamal, kelor mengingat kakao peka terhadap penyinaran penuh.  Tanaman penaung juga berfungsi meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman, seperti misalnya gamal dan kelor memiliki fungsi mengikat N dari udara agar tersedia bagi tanaman.

Kelima, lakukan pengendalian hama terpadu. Hindari penggunaan pestisida berlebihan. Sebaiknya ciptakan ekosistem berimbang. Lakukan konservasi burung, capung, semut di tanaman yang memiliki fungsi pengendalian hama.

Comments