Gila, Bangun Kebun Kakao + Sumber Benih, Raih Pendapatan 1 Milyar

Ternyata ada trik mengembangkan kakao untuk meraih pendapatan
milyaran rupiah. Caranya dengan membangun kebun sekaligus sumber benih.
Apa keuntungannya?
Dengan konsep bangun kebun sekaligus sumber benih, maka Anda bisa mendapatkan 2 penghasilan sekaligus.
Dari penjualan biji sebagai bahan baku cokelat, maupun sebagai benih. Kebun
seluas 1 ha berpotensi menghasilkan biji 2 ton/ha/tahun. Dengan
menjual sebagai biji kakao untuk pengolahan, Anda bisa membukukan pendapatan
2.000 kg x Rp. 130.000/kg = Rp. 260.000.000. Dengan asumsi perawatan Rp. 15.000.000,-
maka Anda menghasilkan profit Rp. 245.000.000/ha.
Lalu ketika Anda menjadikan benih, maka 1 ha dapat menghasilkan bahan tanam 1.500.000 biji. Harga penjualan berkisar Rp. 2.500 – 3000/biji. Dengan asumsi harga benih Rp. 2000/biji, maka membukukan pendapatan Rp. 3 M. Fantastik
bukan?
Jika asumsi setengah hasil kebun menjadi biji olahan
dan sisanya benih. Maka potensi pendapatan masing-masing Rp. 130.000.000 (1.000
kg ( 1 ton) x Rp. 130.000/kg) dan RP. 1,5 M (750.000 biji x Rp. 2000). Atau total
Rp. 1,6 M.
Konsep ini sangat menarik, pasalnya saat permintaan benih berkurang
Anda bisa dalam bentuk biji produksi. Namun saat permintaan benih
tinggi Anda bisa menikmati cuan yang melimpah melalui penjual bahan tanam.
Pemgembangan kebun jenis ini, mewajibkan Anda menanam benih pokok atau benih dasar bersertifikat asal kebun benih
sumber resmi, yang dikelola oleh pemulia. Sebelum menjual bahan tanam, kebun Anda wajib ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai kebun sumber benih.
Comments
Post a Comment