Peneliti Menemukan Gen Penentu Titik Leleh Kakao



Lemak kakao cenderung mudah mencair pada suhu kamar. Kondisi demikian bias mengurangi kenikmati para chocolate lover di daerah tropis yang suhu udaranya relatif lebih tinggi di banding di Eropa.

Namun kabar baiknya para peneliti berhasil mengidentifikasi gen yang bertanggung jawab terhadap sifat melting dari kakao.

Para peneliti dari Amerika berhasil mengindentfikasi single gen yang berkaitan dengan titik cair dari kakao. Menurut pemimpin penelitian. Mark Guiltinan, professor bidang molekuler tanaman di Penn State's College of Agricultural Sciences lemak kakao dengan melting point yang lebih baik akan membuka peluang untuk produk spesifik untuk cokelat, komestik dan obat-obatan.

Professor Guiltinan sebelumnya terlibat pada penelitian yang menemukan gen stearoyl-acyl carrier protein desaturase (SAD) pada tanaman kakao. Tanaman kakao mengandung delapan SAD isoforms yang memiliki amino acid sequence yang identik.

Lalu pada riset lanjutannya pakar molekuler tersebut berserta tim berhasil menemukan single gene - TcSAD1 – yang bertanggung jawab terhadap melting point pada lemak kakao.

TcSAD1 secara universal diekspresikan pada setiap jaringan, dan pengaruhnya terhadap di benih memiliki hubungan yang erat dengan perubahan komposisi fatty acid selama pembentukan biji.

Tim ini juga menemukan bahwa kelompok gen SAD lainnya yakni TcSAD3 danTcSAD4 memiliki peranan karekter pertumbuhan tanaman, seperti pembentukan bunga dan daun.

Hasil temuan ini diharapkan dapat dimanfaat untuk melakukan rekayasa sengik atau menciptakan varietas kakao yang yang memilki lemak dengan komposisi asam lemak yang berbeda.

Comments