Cara Menaman Bibit Kakao

Ingin memiliki kebun kakao dengan produksi yang optimal? Maka Anda wajib memulai dari penggunaan bibit yang berkualitas. Penting  pilih bahan tanam dari klon unggul, yang sudah terbukti produktif dan tahan hama.

Bibit kakao bisa didapat lewat sambung pucuk atau okulasi. Umur idealnya 4–6 bulan dengan tinggi sekitar 50 cm. Pastikan batangnya lurus, daunnya hijau segar, dan nggak ada tanda-tanda penyakit. Klon-klon yang disarankan, seperti MCC 01, MCC 02, BB 01, Sulawesi 1, atau Sulawesi 2, sudah terbukti cocok untuk banyak daerah di Indonesia.

Waktu tanam paling pas adalah saat musim hujan. Tanah masih lembap dan akar bisa berkembang tanpa stres. Buat lubang tanam ukuran 60×60×60 cm, kasih pupuk kandang yang sudah matang, lalu biarkan lubangnya terbuka 1–2 minggu sebelum tanam biar racun tanah hilang.

Tanam bibitnya pagi atau sore, saat cuaca tidak terlalu panas. Akar jangan dipaksa, tanam perlahan dan rapatkan tanah di sekelilingnya. Setelah tanam, langsung siram dan kasih naungan sementara dari pelepah pisang atau jerami agar bibit nggak kepanasan.

Tentu setelah melakukan penanaman bibit maka perlu dilanjutkan dengan pemeliharaan yang optimal agar hasilnya kelak menggembirakan. (BL).

Comments