Kunci Keberhasilan Kakao Berawal dari Benih Unggul

Benih merupakan faktor utama dalam keberhasilan budidaya kakao yang merupakan investasi jangka panjang. Inovasi kelembagaan diperlukan untuk memastikan teknologi dan proses produksi benih berjalan berkelanjutan serta sesuai kebutuhan petani.

Terdapat dua jenis varietas kakao, yaitu varietas lokal yang telah lama dibudidayakan petani dan varietas hasil pemuliaan melalui riset intensif. Bahan tanam unggul diperoleh melalui tahapan panjang mulai introduksi, koleksi plasma nutfah, persilangan, seleksi, hingga uji multilokasi selama 7–20 tahun.

Klon unggul seperti BB1 memiliki hasil tinggi, biji grade AA dan aroma fruity, sedangkan MCC 02 relatif lebih rendah hasilnya dan kurang stabil, dan S2 memiliki ukuran biji kecil serta stabilitas rendah. Perbanyakan kakao dilakukan secara vegetatif seperti sambung, cangkok, grafting, okulasi dan SE, serta secara generatif melalui biji.

Berbagai riset VUB (2017–2025) terus menghasilkan varietas kakao berproduksi tinggi dan tahan penyakit seperti VSD dan PBK dengan potensi 1,5–2,5 ton/ha/tahun. Dengan benih unggul dan kelembagaan perbenihan yang kuat, produktivitas kakao dapat meningkat dan usaha tani menjadi lebih berkelanjutan.

Comments