Posts

Melirik Prospek Koperasi Penangkar Benih Kakao (Omzet Milyaran)

Image
    Tidak banyak yang memahami prospek dari pengembangan koperasi penangkar kakao. Dengan adanya berbagai program penyediaan bibit tanaman perkebunan melalui pembiayaan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan, APBN dan APBD maka jenis koperasi ini layak dikembangkan. Koperasi penangkar benih kakao pada prinsipnya beranggotakan penangkar kecil, baik yang telah memiliki legalitas maupun belum memiliki. Dengan adanya kelembagaan ini dimungkinkan kumpulan pelaku usaha perbenihan tersebut untuk memasarkan dalam partai besar. Kira-kira seperti apa peran dari koperasi ini dalam mendukung usaha anggotanya? Koperasi ini akan berperan untuk memasarkan bibit dari para penangkar anggota. Sehingga pengurusan perizinan perbenihan dan pengusulan sertifikasi dilaksanakan oleh lembaga tersebut. Kaitan dengan pengadaan pemerintah, koperasi yang akan masuk di ekatalog dan nanti akan bermitra dengan pemerintah. Lalu melakukan perencanaan pengadaan bibit melibatkan anggota. Selain mendapatkan ...

Jasa Pengembangan Koperasi Kakao & Akses Program

Dalam rangka memberikan layanan terbaik dalam hal pengembangan koperasi maka kami menyediakan J asa Pendampingan Pengembangan Bisnis Koperasi Petani Kakao  dengan layanan sebagai berikut : Fasilitasi penyusunan AD/ART Fasilitasi penyelenggaraan pelatihan secara daring Penyusunan business plan dan rencana pengembangan usaha  Penyusunan SOP pengelolaan koperasi  Pelatihan dan pengembangan laporan keuangan  Pembuatan profil koperasi dan pendataan anggota Pendampingan pengembangan bisnis  Sosialisasi terkait strategi mengakses program penguatan (LPDB, peremajaan/sarana prasarana kakao) Pendampingan berlangsung secara online dengan biaya jasa  Rp. 5.500.000,- (selama 4 bulan ) dapat diperpanjangan dengan tambahan biaya Rp. 1.000.000/bulan . Dimungkinkan untuk kunjungan offline dengan syarat fasilitasi perjalanan dan honor.   Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor   WA  0857-6322-4328 (Devi) ,  0823-2530-2436 (Asih/Ma...

Menakar Prospek Emas Bisnis Kakao: Pertumbuhan dan Peluang hingga 2032

Image
  Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan baku industri pangan maupun produk turunan lainnya. Peran Indonesia sebagai salah satu produsen kakao terbesar dunia semakin relevan dengan meningkatnya permintaan global akan produk berbasis kakao. Pasar biji kakao nasional diproyeksikan terus tumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun 2024, pasar kakao bernilai 132,39 juta USD dan diperkirakan akan mencapai 221,33 juta USD pada tahun 2032, dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 7,62% selama periode 2025–2032. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin tingginya permintaan biji kakao, baik dari konsumsi domestik maupun komoditas ekspor, sehingga membuka ruang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam rantai pasok kakao. Dari sisi produk, roasted cocoa bean menjadi segmen terbesar dengan nilai 113,22 juta USD pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus mendominasi deng...

Ini Dia Paket Bantuan Peremajaan Kakao (Hibah)

Image
  Ternyata pemerintah telah menyiapkan dana melalui Badan Pengelolaan Dana Perkebunan untuk mendukung peremajaan perkebunan kakao. Menarik ada beberapa model kaitan dengan kegiatan tersebut. Mengacu kepada ketentuan yang berlaku program peremajaan mencakup : Mengganti tanaman tua; Mengganti tanaman rusak; dan/atau Merehabilitasi tanaman. Mengganti tanaman tua atau rusak adalah tanaman diganti dengan tanaman baru menggunakan benih unggul.   Ini utamanya tanaman berumur di atas 25 tahun, produktivitas kurang dari 0,5 ton biji kakao kering/ha/tahun, berasal dari benih tidak unggul dan/atau terserang organisme pengganggu tumbuhan paling kurang tingkat berat. Sementara rehabilitasi tanaman adalah memperbaiki kondisi pertumbuhan dan produktivitas kakao melalui teknologi sambung samping dengan menggunakan benih unggul.   Syaranya adalah umur tanaman kurang dari 15 tahun dan memiliki produktivitas kurang dari atau sama dengan 0,5 ton/ha/tahun   biji kakao kering. Denga...

Kunci Keberhasilan Kakao Berawal dari Benih Unggul

Image
Benih merupakan faktor utama dalam keberhasilan budidaya kakao yang merupakan investasi jangka panjang. Inovasi kelembagaan diperlukan untuk memastikan teknologi dan proses produksi benih berjalan berkelanjutan serta sesuai kebutuhan petani. Terdapat dua jenis varietas kakao, yaitu varietas lokal yang telah lama dibudidayakan petani dan varietas hasil pemuliaan melalui riset intensif. Bahan tanam unggul diperoleh melalui tahapan panjang mulai introduksi, koleksi plasma nutfah, persilangan, seleksi, hingga uji multilokasi selama 7–20 tahun. Klon unggul seperti BB1 memiliki hasil tinggi, biji grade AA dan aroma fruity, sedangkan MCC 02 relatif lebih rendah hasilnya dan kurang stabil, dan S2 memiliki ukuran biji kecil serta stabilitas rendah. Perbanyakan kakao dilakukan secara vegetatif seperti sambung, cangkok, grafting, okulasi dan SE, serta secara generatif melalui biji. Berbagai riset VUB (2017–2025) terus menghasilkan varietas kakao berproduksi tinggi dan tahan penyakit seperti VSD d...

Tahun 2026 Akan Ada Program Perkembangan Kakao Skala Besar

Image
  Pemerintah dikabarkan akan menyiapkan dana untuk program pengembangan kakao dengan target hingga ratusan ribu ha tahun 2026.   Kabarnya pembiayaan bersumber dari BPDP maupun APBN. Kaitan dengan itu maka petani kakao perlu memanfaatkan program ini dengan melakukan sejumlah aksi yakni : Pertama, pembentukan kelompok tani dan koperasi kakao. Untuk anggota poktan sebaiknya didaftarkan di SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian). Kedua, lakukan pendataan kebun. Mana yang layak diremajakan dan mana yang perlu perawatan saja, serta adakah potensi lahan untuk perluasan. Ketiga, kembangkan usaha perbenihan di lokasi pengembangan. Koperasi yang dikembangkan dapat mengembangkan usaha perbenihan dengan cara mengembangkan penangkaran dan mengembangkan kebun sumber benih,  Jasa Pendampingan Kelembagaan Petani   

Jangan Abaikan! Ini Cara Pemupukan Kakao yang Efektif

Image
Tanaman kakao tanpa pemupukan yang tepat ibarat tubuh tanpa gizi yang masih akan tetap hidup, tapi lemah. Banyak petani merugi bukan karena gagal tanam, melainkan salah rawat. Salah satunya, pemupukan yang asal-asalan. Pemupukan kakao harus dilakukan sesuai umur tanaman dan kondisi tanah. Untuk tanaman muda (0-1 tahun), fokus pada pupuk dasar seperti SP-36 atau pupuk kandang guna merangsang pertumbuhan akar dan batang. Memasuki usia produktif (2 tahun ke atas), kombinasi pupuk organik dan anorganik sangat disarankan. Misalnya, 10 kg pupuk kandang plus Urea 100 g, SP-36 50 g, dan KCl 50 g per pohon per tahun. Waktu pemupukan ideal dilakukan dua kali setahun: saat awal dan akhir musim hujan. Cara pemberiannya pun tidak sembarangan. Taburkan pupuk melingkar mengikuti garis tajuk pohon, lalu tutup tipis dengan tanah agar nutrisi tak hilang terkena hujan atau angin. Jangan lupa cek kondisi tanah secara berkala. Tanah terlalu asam bisa menurunkan efektivitas pupuk. Untuk itu, pengapuran bisa...