Posts

Tahun 2026 Akan Ada Program Perkembangan Kakao Skala Besar

Image
  Pemerintah dikabarkan akan menyiapkan dana untuk program pengembangan kakao dengan target hingga ratusan ribu ha tahun 2026.   Kabarnya pembiayaan bersumber dari BPDP maupun APBN. Kaitan dengan itu maka petani kakao perlu memanfaatkan program ini dengan melakukan sejumlah aksi yakni : Pertama, pembentukan kelompok tani dan koperasi kakao. Untuk anggota poktan sebaiknya didaftarkan di SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian). Kedua, lakukan pendataan kebun. Mana yang layak diremajakan dan mana yang perlu perawatan saja, serta adakah potensi lahan untuk perluasan. Ketiga, kembangkan usaha perbenihan di lokasi pengembangan. Koperasi yang dikembangkan dapat mengembangkan usaha perbenihan dengan cara mengembangkan penangkaran dan mengembangkan kebun sumber benih,  Jasa Pendampingan Kelembagaan Petani   

Jangan Abaikan! Ini Cara Pemupukan Kakao yang Efektif

Image
Tanaman kakao tanpa pemupukan yang tepat ibarat tubuh tanpa gizi yang masih akan tetap hidup, tapi lemah. Banyak petani merugi bukan karena gagal tanam, melainkan salah rawat. Salah satunya, pemupukan yang asal-asalan. Pemupukan kakao harus dilakukan sesuai umur tanaman dan kondisi tanah. Untuk tanaman muda (0-1 tahun), fokus pada pupuk dasar seperti SP-36 atau pupuk kandang guna merangsang pertumbuhan akar dan batang. Memasuki usia produktif (2 tahun ke atas), kombinasi pupuk organik dan anorganik sangat disarankan. Misalnya, 10 kg pupuk kandang plus Urea 100 g, SP-36 50 g, dan KCl 50 g per pohon per tahun. Waktu pemupukan ideal dilakukan dua kali setahun: saat awal dan akhir musim hujan. Cara pemberiannya pun tidak sembarangan. Taburkan pupuk melingkar mengikuti garis tajuk pohon, lalu tutup tipis dengan tanah agar nutrisi tak hilang terkena hujan atau angin. Jangan lupa cek kondisi tanah secara berkala. Tanah terlalu asam bisa menurunkan efektivitas pupuk. Untuk itu, pengapuran bisa...

Akan Ada Pengadaan Benih Kakao dan Kelapa 8 juta Batang, Ayo Jadi Produsen Benih

Image
  Pemerintah Prabowo akan mengakselerasi pengembangan kakao dan kelapa dengan target hingga 500.000 ha, yang start tahun 2025. Otomatis kegiatan ini akan menciptakan potensi penyediaan benih hingga jutaan batang dan peluang usaha penyediaan benih. Seperti apa langkah-langkah memanfaatkan momentum ini ? Pertama, jadilah produsen benih kakao dan kelapa dengan mengurus izin sekarang juga melalui OSS atau bermitra dengan produsen yang ada dengan sistem waralaba. Kedua,   kembangkan kebun sumber benih. Ini bisa dilakukan dengan melakukan pengembangan baru, tentunya perlu waktu. Atau, Anda bisa mencari kebun produksi yang dapat ditetapkan menjadi kebun benih atau bekerjasama dengan pemilik kebun sumber benih. Ketiga, mengembangkan nursery dengan bekerjasama dengan penangkar yang sudah ada atau tim pakar. Ini penting dilakukan agar mutu bibit yang dihasilkan terjamin. Keempat, membangun relasi dengan kelembagaan petani entah itu koperasi atau kelompok tani. Mengingat prog...

Cara Menaman Bibit Kakao

Image
Ingin memiliki kebun kakao dengan produksi yang optimal? Maka Anda wajib memulai dari penggunaan bibit yang berkualitas. Penting  pilih bahan tanam dari klon unggul, yang sudah terbukti produktif dan tahan hama. Bibit kakao bisa didapat lewat sambung pucuk atau okulasi. Umur idealnya 4–6 bulan dengan tinggi sekitar 50 cm. Pastikan batangnya lurus, daunnya hijau segar, dan nggak ada tanda-tanda penyakit. Klon-klon yang disarankan, seperti MCC 01, MCC 02, BB 01, Sulawesi 1, atau Sulawesi 2, sudah terbukti cocok untuk banyak daerah di Indonesia. Waktu tanam paling pas adalah saat musim hujan. Tanah masih lembap dan akar bisa berkembang tanpa stres. Buat lubang tanam ukuran 60×60×60 cm, kasih pupuk kandang yang sudah matang, lalu biarkan lubangnya terbuka 1–2 minggu sebelum tanam biar racun tanah hilang. Tanam bibitnya pagi atau sore, saat cuaca tidak terlalu panas. Akar jangan dipaksa, tanam perlahan dan rapatkan tanah di sekelilingnya. Setelah tanam, langsung siram dan kasih naungan ...

Melirik Plus Minus Hibrida vs Klonal

Image
Menurut Dr. Indah Anita Sari, Kepala Bagian Penelitian, dalam pengembangan kakao Indonesia, pemilihan bahan tanam menjadi langkah awal yang sangat penting. Bahan tanam hibrida maupun klonal memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Bahan tanam hibrida lebih mudah diperbanyak, murah, dan distribusinya praktis karena viabilitas benih lebih lama. Namun, tanaman hibrida cenderung beragam dan mulai berbuah lebih lambat, yaitu setelah 2–3 tahun. Sebaliknya, klonal menghasilkan tanaman yang seragam dengan produktivitas tinggi dan mulai panen lebih cepat, hanya 1–2 tahun. Kekurangannya, teknik perbanyakan lebih rumit dan entres harus segera ditanam karena viabilitasnya hanya 3–4 hari. Sumber: Terang Bulan Consulting

Ini Dia Kombinasi Klon Kakao Terbaik

Image
Ingin dapatkan produksi tinggi maka Anda wajib menggunakan beberapa klon tersebut. Dengan catatan hindari penggunaan 1 klon saja. Adapun kombinasi yang bisa Anda pilih, MCC 02, BL 50 dan BB. Mengapa ketiga klon ini? Alasannya karena ketiga klon ini memiliki potensi produksi di atas 2 ton/ha/tahun dengan ukuran biji cukup besar di atas 1 gram/butir serta tahan terhadap penyakit utama. Ketiga klon ini relatif disukai sebagai tanaman klonal. Namun untuk keberlanjutan pengembangan kakao, sebaiknya klon ini dikombinasikan. Tujuannya agar kekurangan dari satu klon dapat ditutupi dari klon yang lain. Sekaligus membuka terjadi perkawinan silang yang secara penelitian akan menghasilkan kualitas buah yang lebih baik.

Seperti Apa Syarat Mengakses Peremajaan Kakao?

Image
  Seperti apa kira-kira syarat untuk dapat mengakses bantuan peremajaan kakao melalui pembiayaan BPDP? Petani yang dapat mengusulkan program peremajaan adalah yang memiliki tanaman tua di atas 25 tahun atau tanaman usia produktif yang dalam kondisi rusak. Petani tersebut harus tergabung dalam koperasi atau kelompok tani, dengan bantuan maksimal 4 ha per petani. Untuk persyaratan dokumen adalah KTP, bukti kepemilikan lahan berupa SHM, AJB, Girik dan SKT serta buku Tabungan. Lalu usulan petani dan kelengkapan dokumen disampaikan nantinya kepada pemerintah melalui online. Dengan mengakses bantuan ini petani akan mendapatkan benih, biaya penabangan, tanaman penaung, tanaman sela, pupuk dan obat-obatan secara Cuma-Cuma.